Goyang Dewi Persik

By zulfiansyah

Goyang gergaji memang sekarang lagi booming dan pelakunya sekarang masih menjadi pemberitaan banyak media. Memang di negeri ini sesuatu yg penuh kontroversi selalu mengundang berbagai macam sikap. Yang pro akan menganggap itu hal yg biasa dan manusiawi,sementara yg kontra akan menganggap itu suatu yg tak pantas. Bukan manusiawi atau pantas tak pantas yg menjadi masalah,tapi karena semua segi kehidupan perlu norma dan etika. Bagi yg kontra mungkin menganggap goyangan Dewi Persik itu meresahkan tapi bagi yg pro goyangannya itu adalah hiburan yg menyenangkan. Sekarang kita ambil jalan tengah saja biar tak ada lagi pro-kontra yg tidak berguna ini.
Kalau pemerintah di daerah ada yg mencekal goyangan Dewi Persik mungkin juga maksudnya baik namun pasti mengundang komentar orang, ada yg berkomentar pemerintah tidak demokratis,selalu melarang warga negaranya berekspresi, anehnya yg mengatakan itu juga orang yg punya gelar kesarjanaan, apakah dia (mereka) tidak mengerti apa sebenarnya arti demokrasi itu sendiri.
Sama dengan apa yg pernah ditulis di situs porno indonesia, bahwa pemerintah tidak demokratis dan melanggar HAM hanya karena menerbitkan UUITE dan akan memblokir semua situs porno. Begitu picik pemikiran orang yg mengatakan “Tidak demokratis dan melanggar HAM” hanya karena pelarangan terhadap pornoaksi dan pornographi.
Saya juga sedikit kecewa karena situs2 porno ini akan diblokir tapi kalau itu untuk kebaikan mau apa lagi. Semua orang pasti suka porno dan membawa jiwa porno dari sejak lahir,kalau manusia tak punya jiwa porno dia tak mampu tuk punya anak,dan disinilah tugas kita tuk menempatkan kepornoan kita pada tempatnya yg tepat.
Kita sama2 porno coy !!! tapi jangan katakan kalau melarang pornographi dan pornoaksi adalah perbuatan yg tidak demokratis dan melanggar HAM.

Tag: ,

Satu Tanggapan ke “Goyang Dewi Persik”

  1. zulfaisalputera Berkata:

    Yang tidak sopan dari Dewi Persik bukan soal goyangnya, tapi pernyataannya yang mempertahankan bahwa goyangnya masih sopan.

    Dewi tak pandai bertutur kata yang santun.

    Dewi tinggal menunggu kehancurannya.

    Saran : sebaiknya kita tidak usah ikut-ikutan mengulas soal ini.

    Tabik!

Tinggalkan Balasan