Timnas merah putih masih perlu pembenahan

By zulfiansyah

Menyaksikan pertandingan uji coba antara Indonesia vs Yaman 25/04/08 benar2 membuat hati sedih,karena permainan timnas kita sama sekali tidak menunjukkan tim sepak bola kelas dunia. Walau tim kita bisa menang 1-0 namun permainannya masih sangat kacau,di lini pertahanan juga masih sangat lemah,untung saja peluang2 emas yg didapat Yaman juga tak bisa dimaksimalkan oleh strikernya. Sebenarnya pertandingan kemarin tu sangat membosankan untuk ditonton namun jiwa nasionalis gw yg membuat gw betah nongkrongin sampai peluit panjang berbunyi. Timnas kita ini masih perlu pembenahan yg sangat serius,kalau permainannya begitu terus bagaimana bisa berjaya di kancah internasional. Padahal kemarin2 timnas kita sudah lumayan solid (level asia tenggara) ketika ditangani oleh Peter Withe, namun hanya karena gagal lolos ke semifinal piala AFF (dulu piala Tiger) sang pelatih pun dipecat dan digantikan oleh Ivan Kolev,di tangan Ivan Kolev timnas kita masih cukup solid hingga mampu mengalahkan Bahrain 2-1, meski kalah melawan Arab Saudi 1-2 namun permainan timnas kita masih cukup membanggakan dan berpeluang maju ke babak kedua apabila mampu mengalahkan atau setidaknya seri melawan Korea Selatan, tapi sayang melawan Korsel permainan timnas kita dalam tekanan dan tidak bisa keluar menyerang untuk menciptakan peluang2 yg menghasilkan goal,meski hanya kalah 1-0 namun timnas kita dalam irama permainan Korsel dan membuat timnas kita gagal maju ke babak kedua. Meski begitu kita patut berbangga karena Arab Saudi dan Korsel adalah langganan piala dunia namun kita hanya kalah satu goal dan sempat merepotkan skuad Arab Saudi. Dan akhirnya Ivan Kolev pun dipecat setelah gagal di SEA GAMES, lalu digantikan Benny Dolo. Ketika saat ini ditangani Benny Dolo gw merasa permainan timnas kita menurun,bukan karena Benny Dolonya yg kurang mampu meracik skuad sepakbola yg solid tapi karena sering gonta-ganti pelatih di saat timnas kita belum punya warna tersendiri ibarat masakan belum matang tapi sudah berhenti direbus dan akhirnya tidak bisa dimakan. Begitulah sepakbola kita ketika sudah ada kemajuan saat ditangani seorang pelatih namun pelatih itu dipecat ketika gagal di suatu event dan digantikan pelatih yg lain. Saat pelatih baru menangani timnas kita saat itu pula timnas kita mulai lagi dari nol,kalau begitu terus kapan kita mampu menyaksikan timnas kita berlaga di piala dunia? Dan mengapa kita mudah mengganti pelatih,dan sulit mengganti ketua walau masih dlm tahanan?

Tag:

Tinggalkan Balasan