Doni adnan, dia seorang ayah beranak satu punya hobby main gitar dan sempat membuat group musik di ibukota meski belum sempat menelurkan satu album pun namun kemahirannya bermain musik sudah cukup lumayan dibanding teman2 di kampungnya, hobbynya yg lain adalah memelihara burung, burung2 miliknya bukan burung sembarangan karena dia paham betul mana burung yg bagus dan kurang bagus, dia bekerja sebagai karyawan di sebuah industri pakaian jadi dan kemampuan bekerjanya bisa diandalkan karena punya dedikasi yg tinggi dan kedisiplinan yg cukup. Dia adalah teman yg enak diajak ngobrol dan bisa untuk tempat curhat,serta enak diajak bercanda-tawa.
Lain lagi dengan yg namanya Sugeng, dia tidak bisa bermain musik dan kurang tahu tentang burung tapi tetap suka bercanda, kata2nya sering menjadi icon di kampung kami, kalau kumpul2 tak ada Sugeng pasti kurang meriah karena kata2nya meski agak nyeleneh tapi cukup berbobot. Pengetahuan tentang olah raga juga cukup luas jadi kadang2 kalau ingin tahu tentang olah raga Sugenglah yg menjadi solusinya.
Ada lagi yg namanya Kirun, orangnya lucu banget, kalau Kirun ini ngomong orang2 bisa tertawa terbahak2 karena orangnya agak celad, dulu dia tak bisa mengucap “de”tapi bisanya “ge”.
Pokoknya lucu banget deh.
Yg paling heboh adalah Rizal, orangnya gaul banget,dia dijuluki Grandong. Kalau kumpul2 kedatangan makhluk yg satu ini pasti akan heboh banget, dia pandai sekali bercerita dan ceritanya selalu membuat pendengarnya tertawa apalagi di akhir ceritanya dia mengeluarkan bunyi khas yg sudah tak asing lagi yaitu kentut, dan kalau bunyi itu sudah keluar pasti akan menambah keramaian acara kumpul2 itu, apalagi ada teman yg menyahut dengan kentut pula,dan pasti akan ada perang kentut.
Sebaiknya MURI diundang kalau ada perang kentut lagi,mungkin belum ada yg mencatatkan rekor ini kan bisa masuk tv kayak Toekoel he he he.
Arsip untuk Mei, 2008
Cerianya kampungku
Mei 3, 2008Perjudian mengawali kehancuran
Mei 3, 2008Yang namanya judi memang membuat orang lupa diri,tak peduli kaya,miskin, tajir ataupun bokek. Orang selalu dibikin ketagihan bila sudah merasakan tegangnya bermain judi, beberapa tahun yg lalu di kampungku banyak orang yg bermain judi sampai 24 jam sehari selama beberapa bulan, karena pemainnya cukup banyak jadi belum sempat permainan itu berhenti sudah ada yg menggantikan. Paling2 mereka berhenti karena berpindah tempat,kalau malam di bengkel tambal ban atau di kebun dan siangnya pasti di kebun. Suatu saat kami menemukan tempat yg nyaman sekali dan sangat aman dari penglihatan orang karena berada di bawah pohon yg sangat rindang, lebih senangnya lagi pohon itu berbuah,jadi sambil berjudi kami bisa menikmati buah yg manis itu walau hanya sebesar kelereng, buah itu di kampungku disebut scares. Buah scares itu waktu masih mentah warnanya hijau tapi kalau sudah matang warnanya merah.
Yg lebih parah lagi ada satu penjudi yg memakai sarung dan baju koko tapi nongkrong di kebun sambil memegang kartu. Mengapa dia berjudi dengan memakai sarung dan baju koko?
Karena dari rumahnya dia pamit untuk pergi mengaji supaya bisa pulang malam padahal niatnya hanya untuk berjudi.
Begitulah yg namanya judi,bukan hanya uang yg dibuang percuma dan tak ada manfaatnya tapi menggunakan alasan ngaji demi bisa untuk memuaskan kegemarannya.
Suatu hari yg punya kebun pun tahu bahwa kebunnya digunakan untuk bermain judi,dan akhirnya pohon2 yg ada disitu pun ditebang termasuk pohon scares favorit.
Kami pun akhirnya kehilangan tempat yg nyaman untuk berjudi dan selama beberapa hari kami libur sejenak. Ketika sudah dirasa aman kami pun kembali melanjutkan aktivitas negativ itu lagi meski harus mencari tempat yg bisa untuk berjudi walau tak senyaman tempat yg lama, yg sudah diobrak-abrik oleh pemiliknya.
Tapi sekarang perjudian di kampung kami sudah berhenti, entah apa sebabnya, mungkin karena pemainnya sudah bokek atau sudah insaf? Tak ada yg tahu,tapi yg jelas perjudian itu berhenti setelah terjadi insiden penangkapan oleh polisi dan empat kawan kami tertangkap lalu ditahan kurang lebih 3 bulan. Mulai saat itulah praktis perjudian di kampungku berhenti total.
Meski tak sempat tertangkap polisi yg namanya judi itu akan membawa kehancuran,sebab orang kalau sudah terlibat dalam perjudian pasti akan lupa segalanya walau sudah kehabisan uang berani hutang ataupun menggadaikan barang,itulah yg menghancurkan semua penjudi.
Berjudi tak akan bisa membuat kita kaya.